Tips Menjadi Orang Dewasa yang Harus Paham Akan Kebutuhan Primer Secara Mandiri

Setelah lulus sekolah atau kuliah, kamu akan memasuki babak kehidupan baru di mana merasakan realita kehidupan yang sesungguhnya. Orangtua juga mungkin lepas tangan tak lagi membiayai kebutuhan sehari-hari. Jadi kamu didorong untuk segera mencari pekerjaan. Setelah mendapat pekerjaan pun, faktanya mungkin tak seperti yang kamu bayangkan. Nyatanya, uang gaji yang kamu peroleh hanya cukup untuk kebutuhan pokok saja.

Jika kamu mengalami hal seperti itu, jangan langsung meminta bantuan ke orangtua supaya diberi uang tambahan. Bertahanlah karena itu bagian dari proses pendewasaan. Kamu dituntut untuk pintar-pintar dalam mengatur keuangan. Setidaknya kebutuhan primer bisa dipenuhi dari hasil kerjamu. Simak tipsnya supaya kamu bisa menjadi orang dewasa yang pahan akan kebutuhan primer secara mandiri:


Merencanakan keuangan

Belajarlah membuat rencana keuangan setiap bulan. Ini mungkin terdengar klise, tapi jika kamu mau melakukannya, perlahan kamu bisa mulai mengelola keuangan secara sehat. Intinya, kamu harus selalu berpedoman pada rencana keuangan yang kamu buat.

Catatlah kebutuhan pokok apa saya yang harus dibeli, uang saku dan total biaya transportasi sebulan, dan biaya lain-lain. Pastikan pengeluaran dalam sebulan tidak melebihi pemasukan bulananmu. Dan hindari untuk membeli barang secara spontan atau tidak terencana jika sifatnya tidak darurat.

Bersenang-senang secara bijak

Setelah terus menerus bekerja, tentunya kamu ingin bersenang-senang dengan mencari hiburan. Tapi bersenang-senanglah secara bijak. Kurangi frekuensi nongkrong di kafe. Apalagi membeli secangkir kopi mahal hanya untuk gaya. Juga niatkan dalam diri untuk berbelanja barang-barang yang sebetulnya tidak mendesak. Belanja pakaian seperlunya. Jangan mudah tergoda gadget model terbaru. Sah-sah saja mencari hiburan atau membeli barang idaman dengan uang hasil kerja sendiri, tapi harus ada batasannya. Jangan sampai gajimu tak cukup hingga waktu gajian berikutnya karena dipakai foya-foya.

Menabung di hari gajian

Dalam beberapa tahun ke depan, kamu pasti ada rencana untuk menikah bukan? Membeli rumah? Membeli kendaraan? Juga bagaimana jika orangtua sakit mendadak dan butuh biaya? Coba pikirkan bagaimana rencana masa depanmu bisa terwujud jika kamu masih tidak bisa mengatur pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Jangankan investasi, menabung pun kerap dinanti-nanti.

Padahal, para pakar keuangan menyarankan 15% uang gaji disisihkan untuk tabungan dan investasi. Mulai dari sekarang, langsung sisihkan dana tabungan ketika hari gajian. Bila perlu ikut program tabungan berjangka dengan fitur auto debet di tanggal biasa Anda gajian. Cara ini efektif untuk kamu yang susah menyimpan uang atau gaji sering tak tersisa di akhir bulan. Kamu bisa menyisihkan 10% untuk tabungan, dan 5% sisanya dialokasikan sebagai dana darurat.

Pada prakteknya, mengelola keuangan tak semudah teori. Tapi bukan berarti hal itu mustahil. Awalnya mungkin sulit, tapi perlahan kamu akan terbiasa dan arus keuanganmu menjadi lebih sehat.